Pages

PERBAIKAN LAMPU HEMAT ENERGI

Peralatan yang harus sobat persiapkan

  1. Obeng Min atau bisa juga menggunakan tespen, yang nantinya untuk membuka tutup antara TL dan isi komponen yang tertutup.
  2. Avo Meter atau Multi Meter alat yang satu ini berfungsi untuk mengecek kondisi dari pada komponen pada rangkaian listrik, baik itu untuk mengecek resistor, transistor dan dioda, untuk menggunakannya sobat bisa membaca di halaman mengenal avometer
  3. Solder dan timah, kedua alat ini berfungsi untuk merekatkan dan melepas komponen dari MCB pada rangkaian. untuk itu silahkan sediakan alat ini untuk memperbaiki lampu hemat energi.
  4. sediakan juga lampu bekas, lampu bekas ini berguna untuk di ambil komponennya jika memang lampu yang kita perbaiki membutuhkan komponen tersebut.

Cara Service Lampu Hemat Energi :

  • Buka Casing ,GUNAKAN OBENG ATAU BESI PIPIH LAINNYA. HATI HATI JANGAN SAMPAI MENGENAI KOMPONEN YANG ADA DIDALAMNYA.
  • Lepas Neon dari rangkaiannya, kemudian tes menggunakan multitester. putar multitester pada sekala ohm meter. jika jarum bergerak nneon mesih baik tertapi jika jarum diam berarti neon putus. ukurlah pada terminal lainnya. karena terminal tl ada 4 titik (4kabel) ujilah dengan pasangannya masing masing.
  • Kalau neonnya bagus, berarti kerusakan ada di rangkaiannya.

Berikut ini beberapa komponen di rangkaian Lampu Hemat energi yang perlu di cek dan diganti kalau rusak :



  1. Elco Filter setelah dioda bridge, biasanya melembung, ganti dengan elco 10uF / 350-400 volt
  2. Resistor 2,2 - 10 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki emitor transistor )
  3. Resistor 15 - 20 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki basis transistor )
  4. Transistor type MJE 13003 : 2 buah
  5. Bila semua komponen itu bagus dan lampu masih mati, ganti saja kondensator tantalum 3,9nF - 4nF/1200volt, walaupun kelihatan tidak rusak. kondensator tersebut berfungsi sebagai starter lampu. (kondensator ini langsung terhubung ke salah satu kutub neon.
Jika Neonnya yang rusak, dan rangkaian Lampu Hemat Energi nya masih OK berikut ini triknya :
  1. Siapkan Neon biasa merk Philips 10-15 watt untuk pengganti neon yang rusak.
  2. Hubungkan kedua kutub neon dengan rangkaian sesuai dengan gambar di bawah ini.



(ref:http://ekohasan.blogspot.co.id/2011/08/cara-service-lampu-hemat-energi.html)



Sebagai referensi anda juga bisa mengamati gambar gambar berikut ini








Teknik Memperbaiki Lampu Hemat Energi

Peralatan yang harus sobat persiapkan.

  1. Obeng Min atau bisa juga menggunakan tespen, yang nantinya untuk membuka tutup antara TL dan isi komponen yang tertutup.
  2. Avo Meter atau Multi Meter alat yang satu ini berfungsi untuk mengecek kondisi dari pada komponen pada rangkaian listrik, baik itu untuk mengecek resistor, transistor dan dioda, untuk menggunakannya sobat bisa membaca di halaman mengenal avometer
  3. Solder dan timah, kedua alat ini berfungsi untuk merekatkan dan melepas komponen dari MCB pada rangkaian. untuk itu silahkan sediakan alat ini untuk memperbaiki lampu hemat energi.
  4. sediakan juga lampu bekas, lampu bekas ini berguna untuk di ambil komponennya jika memang lampu yang kita perbaiki membutuhkan komponen tersebut.

Langkah perbaikan Lampu Efisiensi:

1. Bongkar casing lampu dengan openg minus
 Jangan membongkar casing lampu pada tulisan merk bagian depan, biasanya untuk pengunci lampu terletak disisi belakang tulisan merk (semisal philips) diantara sela tabung CFL.

2. Check tabung lampu CFL, 
Setelah terbongkar langkah awal yang perlu diperhatikan adalah check dulu keempat pin kawat tabung CFL anda dengan menggunakan multimeter (posisi ohm x1 atau x10 ). jika masih connect (nyambung) berarti lampu anda masih ada harapan untuk hidup kembali.

Keterangan : 
A1 dan A2, B1 dan B2: harus terkoneksi. Pengecekan ini mirip seperti jika anda mengecheck tabung lampu TL biasa. {dalam PCB tertulis P1 (A1), P2 (A2), P3(B1), P4(B2) }. Inisial A dan B ini saya berikan agar lebih mudah untuk dipahami sebab jalur A (1,2) tidak mungkin akan terkoneksi dengan tabung B (1,2).

Lampu Jari Philips Hemat Energi

Tapi jika anda masih ragu, langkah yang harus ditempuh adalah test dengan rangkaian yang masih hidup. Tapi langkah ini jarang ditempuh oleh para teknisi yang sudah mahir di bidangnya. Tapi jika anda masih pemula sebaiknya test dulu dengan menggunakan tambahan kabel pada setiap pin tabung CFL seperti gambar berikut ini.

Lampu Hemat Energi

3. Jika tabung masih OK, kemudian check elco paling besar  biasanya ukuran 3,3 - 10 uf / 400V untuk china 3,3 - 4,7uF/250V. Biasanya kerusakan ditandai dengan melembungnya elco dan jika di check dengan multimeter jarum tidak akan kembali normal (elco sudah tidak menyimpan muatan).

4. Kapasitor tantalum starter short atau putus
Biasanya untuk kapasitor ini ukuran 2n2/1200V - 4n7/1200V letaknya pada bagian yang menyambungkan antar filamen ( filamen A dan B tabung CFL ). Jangan mengganti kapasitor ini dengan tegangan dibawah 450 V, karena fungsi kapasitor ini sangat riskan terhadap tegangan tinggi yang sudah dikuatkan oleh transistor.

Seperti kasus yang dialami penulis saat memperbaiki lampu merk EKONOMAT ternyata kapasitor starter berukuran 2n2/1200 Volt short dan terbukti saat penulis mengukurnya dengan multimeter. Setelah diganti hasilnya TOP CERR !!!.

Lampu Essensial

5. DIODA IN4007 short, hal ini jarang terjadi namun alangkah baiknya anda check terlebih dahulu apabila mendapati transistor anda pecah/retak. karena jika anda langsung mengganti transistornya anda tidak akan mengatasi masalah.

6. Transistor, ini adalah masalah utama yang biasanya banyak terjadi pada segala jenis lampu hemat energi.Transistor mati bisa diakibatkan karena umur maupun komponen lain. Apabila anda mendapati transistor mati biasanya akan diiringi juga resistor fusenya juga akan ikut mati. hal ini dilakukan oleh produsen untuk mengamankan tabung lampu CFL. Resistor fuse input basis transistor berukuran 20ohm - 30ohm dan resistor fuse output emitor 1,5 ohm - 2,2 ohm (ada juga tipe lain yang menggunakan 10ohm).

Transistor lampu hemat energi 

Berikut ini saya berikan contoh penggunaan tipe transistor pada jenis ukuran lampu:
a. TR MJE 13001 = untuk daya 5 Watt dan 8 Watt ( merk china 20 W )
b. TR MJE 13002 = untuk daya 10 Watt  sampai dengan 20 Watt
c. TR MJE 13003 = untuk daya 23 Watt sampai dengan 25 Watt
d. TR MJE 13005 = untuk daya 28 Watt sampai dengan 45 Watt
e. TR MJE 13007 = untuk daya 75 Watt

**Note = Untuk transistor tipe lain tidak disebutkan karena sulit didapatkan di pasaran (DK5xx, DD5xx, 2482S, dsb ).

7. proses pengecekan, Proses ini adalah proses terakhir pengecheckan rangkaian lampu hemat energi yang telah diperbaiki. Jika anda takut menggunakan tabung CFL anda, bisa gunakan tabung lampu TL biasa ( fluorescent ) untuk melakukan pengetesan pada tahap ini.

Untuk lebih jelasnya pada saat melakukan perbaikan saya sarankan untuk melihat contoh skema berikut ini, didalam skema tersebut sudah saya berikan tanda kerusakan yang paling sering terjadi pada lampu efisiensi ( lampu hemat energi).

skema lampu jari hemat energi

Atasi masalah anda tanpa ada masalah........... !!!!

TIPS MODIFIKASI LAMPU EFISIENSI BUATAN CHINA :
Untuk tambahan bagi pembaca setia Eyuana.Com berikut ini saya tambahkan beberapa kasus kerusakan yang sering terjadi untuk lampu china ukuran 20 watt ( EKONOMAT, KOBE, FUJILIGHT,dsb ) dan cara modifikasi agar lampu tetap awet walaupun harganya yang murah. 
Lampu model china merupakan lampu yang di produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan harga yang terjangkau, namun jangan salah jika seringkali saat anda membelinya tidak lebih dalam jangka waktu 2 bulan lampu tersebut  mengalami gejala kerusakan. Kerusakan ditandai dengan lampu berkedip dan paling parah mcb pada meteran ikut anjlok karena tidak adanya rangkaian pengaman pada rangkaian bawaannya. Untuk menanggulanginya silahkan baca tips berikut ini :

1. Kerusakan Lampu Berkedip, jika anda mengalami hal ini coba bongkar lampu anda sesuai cara yang telah dijelaskan diatas. Ganti 2 buah elco yang paling besar (biasanya ukuranya 3,3uF/250volt atau 4,7uF/250volt). Ganti dengan 2 buah elco ukuran 4,7uF/400Volt. Cara ini akan memperpanjang umur pemakaian lampu anda sebab elco dengan voltase besar akan lebih awet dan tahan terhadap tegangan listrik yang tidak stabil.
2. Lampu Mati tapi saat dipegang Nyala Redup. Kondisi ini paling sering terjadi adalah kapasitor sarter yang nilainya 2n2/1200V putus. Tapi penulis pernah mengalami hal ini semua komponen sudah diganti namun tidak ada tanda kehidupan, ternyata setelah di check milar ukuran 1nF putus dan setelah diganti OK.
3. Transistor Jebol Terus, Biasanya juga di ikuti dengan jebolnya resistor fuse ukuran 30ohm pada input basis transistor. Jika anda mengalami hal ini jangan putus asa dulu, saya pernah mengalami hal ini sampai akhirnya saya putuskan ganti transistor MJE 13001 dengan tipe diatasnya MJE 13002. Dan alhamdulilah sampai sekarang masih awet.
4. Listrik Anjlok (konsleiting), Jika hal ini terjadi segera ganti 4 buah dioda IN4007. Apabila dioda ada yang short maka otomatis akan diikuti pula jebolnya transisitor MJE 13001 dan resistor fusenya. Untuk menjadikan lebih aman sebaiknya tambahkan resistor ukuran 2,2ohm pada jalur input 220 volt yang masuk ke dioda ( sedikit meniru skema diatas ).
5. Tabung CFL Rusak, Dah tahap ini paling ngenes.... !!! di lem biru aja ( lempar terus beli baru ). Tapi jika anda sayang ya belilah tabung lampu yang baru harganya gag diatas 10rb. Banyak di forum forum yang menjual tabung lampu CFL ini.

Sekian dulu, silahkan mencoba bagi teman-teman yang ingin mencoba memperbaiki maupun yang ingin serius menekuni bisnis lampu hemat energi ini. Jika ada tambahan informasi atau bertanya mengenai postingan ini, anda bisa berkomentar pada link komentar yang telah disediakan. Terimakasih dan salam hangat selalu dari kami (tim kreatif : Pusat Pengetahuan dan Teknologi).

Sumber : http://www.eyuana.com

Alat Pengama Servis elektronik

Skema alat ini sangat sederhana,hanya membutuhkan stopkontak single,fitting,dan kabel beserta steker. Casingnya bisa dari barang bekas,dan bentuknya terserah bagaimana imajinasi anda merancangnya.

Skemanya;
skema stopkontak fitting tool
skema stofit
stofit(stopkontak&fitting)
Gunanya antara lain;

Sekering otomatis.
Buat teknisi tv,alat ini sudah tidak asing lagi,sangat dibutuhkan saat mereparasi bagian regulator tv/regulator DVD.
Pasang bohlam 100 watt pada fitting dan colokkan pesawat pada stop kontak.
Jika bohlam menyala terang sekali,maka regulator masih keadaan short(korslet).

sekering otomatis
sekering otomatis

 Ampere meter portabel
Berguna untuk mengecek arus/kondisi gulungan pada mesin dinamo. Jika gulungan telah "basi",putaran rotor menjadi lemah,dan menarik arus lebih besar dari standarnya,maka jarum ampere akan menunjukkan angka stabil diatas 1.
Lihat cara penggunaannya.

amperemeter portable
amperemeter portable

Untuk membuat dudukan panel(amperemeter),pakai saja casing lampu LHE.

    Tester LHE
Buat anda yang sering service LHE(Lampu Hemat Energi) pasti pernah dikagetkan oleh letusan dari ballast LHE. Dengan tester ini,semoga tidak dagdigdug lagi saat mau mengetes lampu.

tester Lampu Hemat Energi
 Tester charger handphone

tester charger
Tester charger


Jika ada yang short,lampu bohlam menyala terang,led indikator mati. Jika bohlam menyala redup,dan led charger menyala,komponen charger setengah short,dan tak lama lagi akan mati.


 Pembuang muatan listrik di elco
Bagi teknisi tv pasti sudah akrab dengan elco yang masih menyimpan muatan listrik di bagian regulator.
Muatan yang tersimpan ini harus dibuang dahulu agar tidak memberi kejutan saat mereparasi pesawat.
Cara yang umum digunakan adalah dengan meng-korslet-kan kedua kaki elco menggunakan obeng,atau menggunakan resistor kapur.

Dari kedua cara tersebut,yang paling aman menggunakan resistor kapur,karena tegangan yang terdapat dalam elco akan diubah menjadi panas.
Sedangkan yang menggunakan obeng,akan timbul ledakan.

Namun cara yang saya gunakan adalah dengan stofit tool ini.
Tegangan yang terdapat dalam elco akan diubah menjadi cahaya pada bohlam yang perlahan akan meredup dan mati tanda tegangan telah habis.
Caranya cukup mudah,pasang steker yang kedua kakinya telah disambung pada stop kontak alat,lalu steker stofit di tempelkan pada kedua kaki elco.
Bohlam akan menyala terang dan segera berangsur meredup lalu mati.
Demikian kreativitas saya,meski agak kuno bagi yang sudah tau,buat yang belum tau,semoga dapat bermanfaat..........



Skema pengaman otomatis

Elektronik bagi pemula?

Belajar Elektronik untuk pemula - Siapa bilang belajar elektronik itu susah, yang susah itu jika kita tidak mau belajar dan mencobanya, belajar elektronik itu mudah mengasikan, sobat bisa buat apa saja dan memodifikasi peralatan-peralatan elektronik jika sudah mengertielektronik, contoh sobat bisa buat rangkaian-rangkaian elektronik sederhana, buat power ampli sendiri, buat lampu flip-flop, bahkan bisa menghubungkan peralatan elektronik dengan komputer, memungkinkan sobat bisa kendali via remote dari jarak-jauh, bisa lewat handphone atau melalui remote khusus buatan sobat.

Bagaimana cara belajar elektronik untuk pemula, supaya bisa cepat mengerti ?, jika ini pertanyaan sobat, saya sarankan sobat belajar sunguh-sunguh jadikan elektronik bagian dari hoby, maka bisa dipastikan sobat cepat paham atau mengerti dengan elektronik tersebut, kalau sudah paham, sobat akan bisa berkreasi sendiri mau buat apa.Pertama tama anda harus mengenal yang namanya jenis Elektronikaadalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol, aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu peralatan elektronik, Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu/teknik elektronik dan instrumentasi.

Alat-alat yang menggunakan dasar kerja elektronik ini disebut sebagai peralatan elektronik (electronic devices). Contoh peralatan (piranti) elektronik ini: Tabung Sinar Katode (Cathode Ray Tube, CRT), radio, TV, perekam kaset, perekam kaset video (VCR), perekam VCD, perekam DVD, kamera video, kamera digital, komputer pribadi desk-top, komputer Laptop, PDA (komputer saku), robot, smart card, dll.



Jenis-jenis Komponen Elektronik

  A.Resistor
  B.Transistor
  C.Kapasitor
  D.Dioda
  E.Induktor
  F.IC

A.Resistor



1.Resistor yang Nilainya Tetap
2.Resistor yang Nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor  ataupun potensiometer 
3.Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, dengan LDR atau Light dependent ResistorResistor jenis ini disebut
4.Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient)


B.TRANSISTOR

  Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor

C.KAPASITOR 

  Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F)
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :
1.Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya
   maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor
   Polyster dan Kapasitor Keramik.
2.Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut
   adalah Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum
3.Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.

D.DIODA  

  Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :

1.Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai
   penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
2.Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang
   ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan
   Tegangan Zener.
3LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan
   cahaya monokromatik.
4.Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan
  sebagai Sensor.
5.Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai
  pengendali
6.Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering
  disingkat dengan LD.

E.INDUKTOR 

  Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung). Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio. Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H).
Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :
 1.Induktor yang nilainya tetap
 2.Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.

F.IC

 IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).
Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.

Mungkin cukup ini dulu sobat yang saya sampaikan, kala ada pertanyaan silah kan. dan terima kasih telah mampir di blog saya,semoga sedikit artikel ini bisa berguna bagi sobat.




Popular Posts